Langsung ke konten utama

Dunia Sekuriti Komputer bak "Tom and Jerry"

Dunia Sekuriti Komputer bak "Tom and Jerry"

Dunia sekuriti, khususnya sekuriti yang berhubungan dengan perlindungan komputer maupun jaringan dari serangan hacker (cracker) atau virus (komputer), boleh dibilang seperti film kartun "Tom and Jerry".
Jika kita umpamakan, Tom adalah vendor sekuriti dan Jerry adalah hacker (cracker) atau virus, maka seperti dalam film kartun, terkadang Tom diserang/dijahili oleh Jerry, dan sebaliknya Jerry juga sering dijahili oleh Tom (walaupun kebanyakan Tom selalu kalah dijahili oleh Jerry). 
Begitu juga yang terjadi dalam dunia sekuriti komputer. Serangan dan pertahanan selalu terjadi dari kedua pihak dan tidak akan berhenti sampai kapanpun. 
Seperti yang sudah kita tahu, misalnya ada vaksin (antivirus) baru yang bisa mencegah komputer (atau jaringan) terserang suatu virus, maka beberapa hari kemudian akan muncul virus baru, hasil dari modifikasi virus yang sebelumnya. Lalu pihak pengembang vaksin pun kemudian membuat antivirus baru. Namun, si pembuat virus juga tidak tinggal diam. Dia lalu memodifikasi lagi virus buatannya agar bisa menerobos celah baru yang belum sempat ditangani oleh antivirus baru itu. Dan begitu seterusnya.
Pada dasarnya, vendor antivirus menggunakan beberapa cara untuk menangani serangan virus, dan saya akan menuliskan dua cara yang biasanya dilakukan.
Pertama, vendor antivirus membuat "signature" atau "pattern", yaitu tanda atau ciri khusus dari serangan virus, kemudian memakai tanda dan ciri khusus ini untuk mengamati program (atau aliran data dalam jaringan) untuk mencegah virus meng"infeksi" komputer atau mencegahnya berkembang biak dalam jaringan.
Cara kedua, adalah menjalankan program yang diterima dari luar (jaringan), dalam lingkungan yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, akibatnya tidak bisa meluas sampai ke komputer lain dalam jaringan. Lingkungan yang demikian dalam dunia sekuriti bisa disebut sebagai "sandbox".
Meskipun begitu, para pembuat virus juga tidak kehabisan akal. Mereka selalu mencari teknik baru untuk bisa lolos dari intaian pengamatan berdasarkan "signature" atau "pattern", juga agar programnya bisa lolos dari "sandbox". Akibatnya, virus yang mereka buat akan menjadi makin kompleks dan mengandung algoritme yang rumit. Dari tahun ke tahun, sebagai hasil beberapa kali modifikasi, virus komputer juga bertambah "kuat".
Berhubung makin kompleks dan rumitnya algoritme virus, maka terkadang vendor kesulitan untuk bisa segera merilis antivirus, ketika ada virus jenis baru yang menyerang.
Pekerjaan membuat "signature" maupun "pattern" tentunya membutuhkan kecermatan dan waktu yang lama. Apalagi jika data yang digunakan jumlahnya amat banyak, karena varian virus pun bertambah dan berkembang biak dari tahun ke tahun. Tentunya, jika manusia harus melakukan semua pekerjaan ini, maka waktu 24 jam dalam sehari pun tidak cukup.
Untuk membantu vendor antivirus agar bisa menangani virus yang makin kompleks tersebut, saat ini teknologi Artificial Intelligent (AI) dan Machine Learning (ML) mulai dilirik untuk diaplikasikan dalam pembuatan antivirus, agar pekerjaan vendor antivirus menjadi lebih mudah. Sehingga diharapkan, mereka bisa cepat membuat antivirus dan segera merilisnya kepasaran jika ditemukan virus baru yang muncul.
Dengan bantuan AI/ML, maka pekerjaan pembuatan "signature" atau "pattern" akan menjadi lebih cepat dan cermat. Dengan kemampuan AI/ML untuk memperbaharui data dan membuat "signature" atau "pattern" sendiri dari data yang ada, membuat pekerjaan manusia untuk meng-update "signature" atau "pattern" itu dengan berkala secara manual menjadi tidak diperlukan lagi.
Dalam 2 atau 3 tahun terakhir, vendor software sekuriti (khususnya antivirus), telah mengumumkan bahwa mereka memakai teknologi AI pada produknya. Karena tidak diperlukan update secara berkala (oleh user/manusia), maka produk sekuriti berbasis AI ini sangat cocok digunakan misalnya pada alat-alat yang menunjang teknologi IoT (Internet of Things), dimana jika manusia harus mengupdatenya akan memerlukan waktu lama karena banyak jumlahnya. Apalagi, kebanyakan dari alat itu hanya mempunyai memori yang terbatas untuk menyimpan data, sehingga tidak memungkinkan untuk meng-update ataupun menambah data baru pada sistem softwarenya.
Kalau ada pembaca yang gemar menonton film Harry Potter, tentunya pernah melihat episode "Half-blood Prince" dimana saat Ministry of Magic mengunjungi Muggle Prime Minister dan mewanti-wanti akan adanya serangan orang jahat, Muggle Prime Minister dengan entengnya menjawab kekhawatiran Rufus dkk dengan "Kamu kan bisa menanganinya menggunakan ilmu sihir?". Namun, Ministry of Magic menjawab "Bagaimana kita nggak khawatir, karena mereka juga pakai ilmu sihir untuk menyerang kita!"
Begitu juga halnya dengan pemanfaatan AI/ML untuk membuat antivirus. Walaupun teknologi AI/ML membantu vendor untuk membuat antivirus yang lebih andal, celakanya para pembuat virus tidak mau kalah. Mereka pun memanfaatkan teknologi yang sama untuk membuat virus.
Sehingga, selain pembuatan antivirus menjadi lebih sulit, kemungkinan efek yang ditimbulkan oleh virus yang dibuat dengan bantuan AI/ML tersebut bisa berakibat fatal, misalnya bisa membahayakan jiwa manusia.
Contohnya dalam teknologi self-driving yang telah digunakan secara terbatas di beberapa produk mobil. Kalau virus menginfeksi database gambar yang berguna sebagai referensi untuk mendeteksi rambu-rambu lalu lintas di jalan, maka sistem bisa saja salah dalam menentukan keputusan.
Bagaimana itu bisa terjadi? Kita ambil satu contoh, ada rambu yang mengharuskan kendaraan "berhenti". Jika database gambar sebagai referensi dari sistem untuk menentukan keputusan bahwa mobil harus berhenti sudah terjangkit virus, maka bisa jadi database referensi yang dipakai dalam sistem self-driving menjadi kacau (rancu). Akibatnya, rambu yang seharunya dideteksi sebagai "berhenti", namun bisa menjadi sebaliknya, yaitu terdeteksi oleh sistem sebagai "jalan terus".
Tentu sudah bisa dibayangkan jika rambu berhenti yang salah terdeteksi itu, terpampang di perempatan jalan atau di area penyeberangan pejalan.
Contoh lain lagi, saat ini suara banyak dipakai untuk mengoperasikan berbagai macam alat, contohnya smart (intelligent) speaker. Jika ada orang dengan niat jahat dan menggunakan teknologi AI/ML untuk memodifikasi atau membuat virus yang bisa mengacaukan database sistem yang dipakai untuk referensi suara, maka orang itu bisa mengelabui sistem pendeteksian suara.
Pengaplikasian teknologi berbasis AI/ML pada sistem yang berhubungan dengan sekuriti, khususnya untuk antivirus memang baru saja dimulai. Namun kita juga tahu bahwa para hacker (cracker) yang mempunyai niat jahat, juga tidak ketinggalan memanfaatkan teknologi yang sama untuk mewujudkan niat jahatnya.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa selalu ada efek samping dari setiap teknologi baru, dimana efek samping itu tidak melulu positif.
Teknologi AI/ML bisa menjadi senjata ampuh untuk membuat hidup manusia menjadi lebih mudah. Namun pada sisi lain, teknologi yang sama sekaligus bisa juga berpotensi untuk dimanfaatkan oleh orang yang berniat jahat untuk menyerang dan membuat hidup manusia menjadi susah.
Apakah Tom akan selalu kalah dari Jerry dan apakah Tom akhirnya bisa mengalahkan Jerry? Kita tunggu saja perkembangan pemanfaatan teknologi AI/ML untuk sekuriti ini selanjutnya.

kursus komputer

biaya kursus komputer

kursus komputer bersertifikat terdekat

materi kursus komputer

manfaat kursus komputer

kursus  komputer online

kursus komputer administrasi perkantoran

kursus komputer terdekat

kursus komputer terbaik

tempat kursus komputer terdekat

kursus komputer bersertifikat

kursus

jenis kursus

kursus apa yang bermanfaat

kursus keterampilan

contoh lembaga kursus

kursus yang paling banyak dicari

kursus yang paling banyak dicari

kursus terbaik

kursus untuk wanita

kursus bahasa inggris

kursus online

kursus online gratis bersertifikat 2020

kursus online murah

platfrom kursus online

rekomendasi kursus online

kursus keterampilan online

tes online dapat sertifikat

kursus online bahasa inggris

kursus online gratis 2020

sertifikat komputer online gratis 2020

rekomendasi kursus online

sertifikat online gratis 2020

kursus digital marketing

kursus digital marketing bersertifikat

kursus digital marketing terdekat

kursus internet marketing murah

kursus marketing

kursus digital marketing di madiun

kursus digital marketing di magetan

kursus digital maerketing di ngawi

kursus digital marketing di ponorogo

kursus digital marketing di nganjuk

kursus online digital marketing

kursus digital maketing di jakarta

kursus digital marketing di depok

kursus internet marketing murah

sertifikat digital marketing

pelatihan digital marketing

kursus digital marketing 2020

materi pelatihan digital marketing

More info :

Telp./ Wa :0813 5930 4039

Instagram : lkpfitrialbaasitu

Facebook : Lkp Fitri Al-Baasitu

Alamat : Jl . Graha Manis No. 10 Perum 2 Manisrejo Taman Kota Madiun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Keahlian Teknologi Informasi Paling Dicari

5 Keahlian Teknologi Informasi Paling Dicari Kebutuhan tenaga kerja di bidang teknologi informasi diyakini akan tetap tinggi. Penghasilan yang akan didapat pun menggiurkan. Namun akan sangat baik apabila kamu mengetahui terlebih dahulu tren teknologi apa yang akan banyak dicari perusahaan agar kamu bisa lebih mendalami. Berdasar situs jalantikus.com, ada lima keahlian teknologi yang sangat dicari untuk tahun ini dan menggiurkan karena imbalannya yang didapat lumayan besar. Berikut lima keahlian teknologi informasi yang wajib kamu asah untuk meningkatkan pendapatan kamu di tahun 2017 ini. Cybersecurity Sebuah perusahaan bisa saja kehilangan kepercayaan pelanggannya jika mereka tidak memperkuat system untuk masalah keamanan. Maka dari itu, kemampuan Cybersecurity akan jadi keahlian abadi. Mobile Development Demi meningkatkan penggunaan smartphone dan tablet, maka banyak perusahaan membutuhkan seorang pekerja yang bisa eksplorasi dan mengimplementasikan aplikasi serta website ...

Perpaduan Teknologi Bernilai Seni Karya Desainer Internasional Jose Levy

Perpaduan Teknologi Bernilai Seni Karya Desainer Internasional Jose Levy Perpaduan teknologi dan seni kini mulai mencuri perhatian. Fitur canggih dengan tampilan yang snappy hadir dalam True Wireless Audio (TWS) yang akan menjadi salah satu tren mode terbesar tahun 2020. Semua orang akan tertarik untuk menggunakannya. Memiliki earbud TWS akan menjadi daya tarik dan pusat perhatian layaknya gaya design. Tampilannya sangat sederhana, tanpa kabel, desain inclining, dapat digunakan dan disimpan kembali secara praktis. Kolaborasi TWS yang upscale ini datang dari realme dan José Lévy. Desainer asal Prancis José Lévy adalah perancang virtuoso yang memiliki identitas ganda sebagai desainer busana dan desainer inside. José Lévy lahir di Paris. Ia secara berkala mengadakan pameran secara pribadi dan juga menjadi desainer perabotan rumah tangga Hermès. Sejak 2007, ia mendedikasikan diri sepenuhnya untuk menciptakan kreasi, menggabungkan plastik, seni, desain, scenografi, dan desain inside. ...

Pria Jenius Ini Bikin Mesin Ketik Jadul Bisa Ngetik Sendiri!

Pria Jenius Ini Bikin Mesin Ketik Jadul Bisa Ngetik Sendiri!   Bagi anak-anak yang lahir di time present day, di mana komputer sudah bukan lagi berbasis pentium, mungkin mereka tak sempat mengenal apa itu mesin ketik. Namun, jika menilik ke belakang, sebelum ada komputer, benda tersebut begitu berarti dan berguna bagi komunikasi non-verbal sehari-hari. Meski sudah sedikit terlupakan, namun setidaknya masih ada orang yang memanfaatkan mesin ketik hingga kini. Bahkan, dengan teknologi yang semakin maju, ia membuat fungsi mesin ketik lebih dari itu. Adalah Dipl, seniman CAD-Modelleur Steampunk dan fotografer asal Jerman yang membawa teleprinter atau mesin ketik naik level. "Saya telah membuat komputer steampunk ini, yang mana memanfaatkan teleprinter kuno sebagai printer. Karya mekanik tua ini sekarang mampu mencetak document teks, email, berita Twitter dan RSS channel. Komputer terdiri dari bagian antik dan benar-benar masih fungsional. Mouse nirkabel saya buat dari kuningan...